IADC IADC-DWC

IADC WellSharp® Driller Level Well Control

Pelatihan IADC WellSharp® Driller Level Well Control dirancang bagi driller dan assistant driller yang bertanggung jawab melakukan shut-in sumur. Melalui pembelajaran di kelas dan latihan simulator yang intensif, peserta mengembangkan pengetahuan dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk mendeteksi kick, melaksanakan prosedur shut-in, memantau kondisi sumur, dan mendukung operasi well kill yang aman.

5 Days 2 Years validitas English & Indonesian

Ikhtisar

Pelatihan IADC WellSharp Driller Level Well Control merupakan pelatihan penting bagi personel yang saat ini bekerja dalam peran yang diharapkan mampu melakukan shut-in sumur. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman peserta mengenai berbagai tahapan dalam melakukan shut-in sumur, mulai dari deteksi kick, shut-in sumur, pemantauan setelah sumur di-shut-in, hingga pemantauan operasi well kill.

Pelatihan IADC WellSharp “Well Control for Drilling Operations – for Drillers” dirancang bagi personel yang diharapkan mampu melakukan shut-in sumur, seperti driller dan assistant driller.

Pelatihan disampaikan selama 5 hari melalui serangkaian sesi pembelajaran interaktif yang didukung oleh video dan animasi, dilengkapi dengan workbook kelas, latihan belajar mandiri tambahan, serta latihan praktik menggunakan drilling simulator.

Dalam program WellSharp, dan berbeda dengan pelatihan IWCF, peserta IADC Driller Level dilatih secara terpisah sepenuhnya dari peserta IADC Supervisor Level dan tidak akan berada dalam kelas gabungan. Pelatihan diakhiri dengan asesmen online pada hari terakhir yang diselenggarakan oleh IADC dan diawasi oleh proctor independen.

Setelah menyelesaikan pelatihan ini, peserta akan mampu:

  • Melakukan perhitungan tekanan statis dan dinamis pada berbagai kondisi wellbore dan formasi
  • Menghitung volume dan kapasitas untuk berbagai operasi pengeboran dan tripping serta menghitung pengaruh operasi tersebut terhadap bottom-hole pressure
  • Menjelaskan pengaruh migrasi gas terhadap tekanan di dalam wellbore
  • Menjelaskan penyebab terjadinya kick pada kondisi on-bottom dan off-bottom
  • Menjelaskan prosedur shut-in sumur untuk berbagai jenis operasi
  • Melengkapi kill sheet untuk sumur vertikal dan deviated wells
  • Menentukan kebutuhan peralatan well control untuk operasi surface dan subsea
  • Menjelaskan prinsip-prinsip yang mendasari metode constant bottom hole pressure dalam proses well kill
  • Menggunakan simulator untuk mengidentifikasi kick dan melakukan shut-in sumur

Pelatihan ini mencakup modul-modul berikut:

  • Drilling, workover, dan completion plan
    Bagian ini membahas tujuan sumur secara keseluruhan, termasuk well planning, casing and cementing programme, completion programme, fluids programme, barrier management, kick tolerance, dan pore pressures.
  • Konsep well control
    Dalam topik ini peserta akan mempelajari: karakteristik dasar geologi dan formasi batuan, hydrostatic pressure, prinsip U-tube, capacities dan displacements, static dan dynamic wellbore pressure, formation stresses dan strength, surge dan swab pressures, MAASP, perilaku gas dalam fluida, pengaruh temperatur dan tekanan terhadap drilling fluids, well control pada high angle wells, dampak tapered drillstring, serta identifikasi ballooning.
  • Manajemen mud dan pit
    Pentingnya manajemen mud dan pit dibahas melalui: fungsi dan jenis drilling fluid, pengukuran fluid density, fluid contaminants dan pengaruh temperatur, menjaga fluid weight, manajemen pit selama operasi normal, dan manajemen pit selama operasi kill.
  • Data pra-pencatatan
    Bagian ini membahas slow circulation rates, pre-kill kick sheets, dan kill line fluids.
  • Tanda-tanda peringatan tekanan abnormal
    Topik yang dibahas meliputi: shaker evidence, perubahan mud properties, perubahan drilling parameters, manajemen mud weight saat melakukan pengeboran pada transition zone, dan trend analysis.
  • Penyebab kick
    Peserta perlu memahami secara menyeluruh penyebab terjadinya kick, termasuk: abnormal formation pressure, kontaminasi mud weight, mud weight yang tidak tepat, loss of circulation, tripping dan hole fill, running liners dan casing, serta barrier failure.
  • Pencegahan kick selama operasi drilling, casing, dan cementing
    Pelatihan ini menekankan pentingnya menghindari kebutuhan well control melalui pencegahan kick. Topik yang dibahas meliputi: tripping operations, handling losses, membedakan kick dari ballooning, wellbore fluid displacement, wireline operations, inflow testing, well control drills, serta pertimbangan cementing dan casing.
  • Barriers
    Pentingnya pengujian, identifikasi, dan penggunaan barrier yang kuat dibahas secara mendalam. Manajemen risiko meliputi: penilaian risiko, pemilihan safety margin, pengelolaan perubahan selama operasi kill, penanganan masalah kill, kebutuhan bridging documents, dan prosedur darurat.
  • Tophole drilling
    Kasus khusus well control pada tophole drilling dibahas terkait: shallow gas, metode deteksi shallow gas, opsi pada tophole, penyebab underbalance pada tophole, prosedur tophole drilling dan tripping, serta line up dan penggunaan diverter yang benar.
  • Deteksi kick dan shut-in
    Kewaspadaan dalam mengidentifikasi flowing well sangat ditekankan: well flow with pumps off, pit gains, peningkatan flow return rate, pentingnya respons dini, dan stop work authority. Metode shut-in menggunakan hard shut-in dan soft shut-in dijelaskan untuk operasi drilling dan tripping, serta running casing, wireline, dan non-shearable tubing. Setelah shut-in, dibahas juga kebutuhan pencatatan shut-in data, pemantauan gas migration, trapped pressure, identifikasi ballooning, pembukaan float valve, dan equipment line up. Well control drills dijelaskan secara rinci.
  • Metode well control
    Bagian ini membahas prinsip dasar dan perbedaan antara metode constant bottom hole pressure, termasuk: Driller’s Method, Weight and Wait, Volumetric Method, Bullheading dan penanganan gas dalam riser, kill problems, pump start up, lube and bleed, stack gas clearing, serta displacing riser post kill.
  • Peralatan
    Bagian peralatan membahas: diverters, equipment alignment dan stack configuration, BOP stack, valves dan wellhead components, manifolds, piping dan valves, drillstring valves, instrumentation, gas detection equipment, BOP closing unit, monitoring equipment, mud gas separator, control chokes dan manifolds, stripping dan tripping tanks.

Sertifikasi IWCF atau IADC sebelumnya pada tingkat Introductory atau Driller direkomendasikan, tetapi tidak wajib. Pelatihan ini bersifat spesifik terhadap peran, sehingga pengalaman sebelumnya sebagai assistant driller atau driller dalam operasi pengeboran diasumsikan. Silakan hubungi kami untuk mendiskusikan kesesuaian peserta jika Anda memiliki keraguan atau pertanyaan.

Peserta dapat memilih sertifikasi BOP Stack “Combined” (Surface & Subsea) atau “Surface Only”. Peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan dan memperoleh nilai kelulusan 70% atau lebih pada asesmen praktik simulator dan asesmen tertulis online akan mendapatkan sertifikasi IADC WellSharp Driller Level yang berlaku selama dua tahun.